Pendidikan dan Persaingan

Pada dasarnya, kehidupan adalah persaingan. Manusia bersaing dengan manusia lain untuk mendapatkan manfaat sumber daya alam. Dari zaman ke zaman persaingan itu terus berlangsung, hanya cara dan bentuknya saja yang berganti. Dari zaman ke zaman pula pendidikan untuk memenangi persaingan terus berkembang.

Waktu terus berjalan, jumlah manusia di muka bumi semakin banyak, sementara di sisi lain sumber daya alam sebagai alat pemenuh kebutuhan manusia jumlahnya semakin terbatas. Konsekuensinya, dari waktu ke waktu persaingan itu semakin ketat, strategi dan alat yang digunakan dalam memenangi persaingan itu pun semakin canggih.

Kesimpulannya, bangsa mana yang akan memenangkan persaingan di masa depan? Merekalah yang paling baik mendidik anak-anaknya saat ini. Kuncinya adalah pendidikan.

Dalam konteks kenegaraan, kebijakan negara adalah produk politik, segala aspeknya dipengaruhi oleh kepentingan politik. Jadi, dalam spektrum kebijakan, pendidikan adalah belantara luas. Terlalu menguras tenaga dan pikiran untuk membahas hal itu.

Bagian yang paling manusiawi dari pendidikan untuk dibicarakan, adalah komitmen untuk terus memperbaikinya. Komitmen itu harus terlihat dan terasakan khidmat kesungguhannya oleh masyarakat.

Namun, pihak yang paling wajib menunjukan komitmennya dalam pendidikan, adalah para peserta didik itu sendiri, murid-murid Sekolah Dasar hingga para mahasiswa. Penulis Amerika Serikat, Mark Twain mengatakan, “Orang yang tidak mau membaca tidak lebih baik dari orang yang tidak bisa membaca.”

Pesan bebasnya, anak-anak yang berkesempatan bisa mengecap pendidikan, seyogyanya memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Menerapkan ilmu pengetahuan atau teknologi yang dipelajarinya di ruang kelas. Jangan sampai, mereka yang bersekolah tidak lebih baik dari yang tidak.

Pesan itu teramat penting, karena pada waktu yang sama, di berbagai belahan lain di dunia, ada ratusan juta anak yang belajar dengan kesungguhan tinggi, didukung sarana dan prasarana pendidikan yang hebat, yang juga memiliki tujuan sama: memenangi persaingan di masa depan.

BeritaTerkait Lainnya

Edisi Terakhir Portonews

LEBIH MUDAH DENGAN APLIKASI PORTONEWS :

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Translate »