Nasib Gas Bumi di Dalam Negeri

Saat ini sumber daya gas bumi di Tanah Air banyak ditemukan. Salah satunya oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Sele Raya Belida yang berhasil menemukan cadangan minyak dan gas baru melalui pengeboran sumur Sungai Anggur Selatan-1 (SAS-1) di Desa Melilian Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Hasil pengeborannya menemukan kandungan minyak sebesar 1983 BOPD dan gas 1.3 MMSCFD,

Sebelumnya, Pertamina, melalui Regional Indonesia Timur, berhasil menemukan sumberdaya kontijen gas dan kondensat di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, hasil pengeboran sumur eksplorasi Kolibri (KOL)-001.

Bahkan, menjelang peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, Pertamina Hulu Energi Regional 4 berhasil menemukan hidrokarbon gas di sumur eksplorasi Markisa (MKS)-001 di Papua Barat. Ini sebagian data penemuan.

Belum lagi penemuan-penemuan lain gas yang cukup besar. Sebut saja misalnya Blok Andaman I, II dan III yang dioperatori oleh Premier Oil (A Harbour Energy Company) yang melakukan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 pada 10 Mei 2022.

Namun sayangnya, pemanfaatan gas bumi belum dimaksimalkan. Padahal potensinya sangat besar, diprioritaskan untuk pemenuhan dalam negeri yang mandek. Hal ini diamini oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. “Kebutuhan gas bumi dalam negeri cenderung stagnan,” ujar dia, di tengah acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 pada Rabu (23/11/2022) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Menurut eks Dirut Pertamina ini, sejak 2012, rata-rata pertumbuhan pemanfaatan gas bumi oleh pembeli dalam negeri hanya 1 persen per tahun. Pertumbuhan ini lebih rendah ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 4-5 persen per tahun.

Hal berbeda diutarakan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, dikutip dari salah satu portal Nasional pada Rabu (1/6/2022) bahwa pemanfaatan gas bumi di dalam negeri mencapai 62 persen. Pemanfaatan tersebut untuk pabrik pupuk dan kelistrikan.

Terlepas dari perbedaan data tersebut, patut digarisbawahi pernyataan orang nomor wahid di SKK Migas di atas. Sejatinya ada usaha-usaha dari berbagai kalangan untuk mendongkrak pemenuhan kebutuhan lokal gas bumi.

Apalagi disepakati fungsi gas bumi yang memiliki peran strategis dan penting di tengah transisi energi. Jadi, saatnya memaksimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

BeritaTerkait Lainnya

Edisi Terakhir Portonews

LEBIH MUDAH DENGAN APLIKASI PORTONEWS :

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Translate »