Maju Terus Sektor Pertanian

KABAR gembira dari sektor Pertanian. Ekspor produk pertanian Indonesia ke berbagai negara mengalami tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Inikah pertanda sektor pertanian kita sudah ‘on the track?’

Suka tidak suka, harus diakui banyak pencapaian bidang ekonomi yang menggembirakan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Salah satunya adalah bidang pertanian. Meskipun Indonesia belum swasembada pangan, tetapi di sisi lain ada kemajuan cukup signifikan yang dicapai dalam empat tahun terakhir.

Kerja keras yang dilakukan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaeman melalui pembenahan regulasi sektor pertanian, pembangunan infrastruktur seperti membangun dan memperbaiki jaringan irigasi, waduk, embung serta mekanisasi peralatan pertanian tersebut tidak sia-sia. Buktinya, sudah mulai terlihat, khususnya dalam hal ekspor produk pertanian.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) ekspor produk pertanian tahun 2015 mencapai US$3,726 miliar, tahun 2016 tercatat sebesar US$3,407 miliar, tahun 2017 meningkat menjadi US$ 3,67 miliar dan tahun 2018 tercatat sebesar 3,44 miliar. Meski sedikit fluktuatif, tetapi secara umum menunjukkan ekspor produk pertanian bergairah dan cenderung mengalami kemajuan.

Membaiknya kinerja sektor pertanian membuat pemerintah semakin optimis dengan target jangka pendek yakni memantapkan posisi sebagai negara swasembada pangan dan target jangka panjang adalah sebagai lumbung pangan dunia.

Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, Indonesia akan dijadikan sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045 atau sekitar 25 tahun mendatang. Rencana Presiden Jokowi itu bukan sesuatu yang diawang-awang, karena dari berbagai faktor sesungguhnya kondisi alam semestanya sangat mendukung.

Tetapi upaya mencapai posisi sebagai lumbung pangan dunia bukanlah pekerjaan mudah. Sekarang saja sektor pertanian Indonesia masih compang camping karena kadang harus impor beras dan jagung. Khusus kedele dan gandum harus diimpor. Ini menjadi pekerjaan berat pemerintah ke depan untuk mewujudkannya.

Bagaimana menggerakkan atau mengorporasikan para petani sebagaimana dilakukan Thailand dan Filipina. Tanpa itu sulit rasanya memantabkan swasembada dan juga mewujudkan target menjadi lumbung pangan dunia tersebut? Mengorporasikan petani bisa dilakukan lewat pendampingan, mulai dari pemerintah, BUMN atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kini, tergantung keseriusan pemerintah menjalankannya.

Dimana ada kemauan di situ ada jalan, begitu kata pepatah. Negeri ini memang dikaruniai lahan yang subur dan cuaca yang sangat baik bagi pertanian. Karena itu, seperti kata Presiden Jokowi, hal terpenting saat ini dilakukan adalah menjadikan Indonesia swasembada pangan secepat mungkin. Ketika sudah swasembada pangan mantap dan kuat, maka target menjadi lumbung pangan dunia itu tentu bisa direalisasikan. ℗

Salam,

Krisman Kaban

Next Post
Translate »