Ketika Industri Pariwisata Terhenti

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar terhadap kegiatan manusia dan aktivitas perekonomian dunia. Salah satu dari sekian banyak sektor yang terganggu, adalah sektor pariwisata.

Roda industri pariwisata global, termasuk di Indonesia macet. Tadinya bergerak bebas, kini berhenti. Bahkan industri wisata terhenti, nyaris mati suri. Jumlah wisata menurun, bahkan nyaris menuju titik nol jika pandemi ini berlarut-larut, tiada juntrungan kapan berakhir.

Sedih mendengar cerita seorang pemandu wisata di Bali, terpaksa banting setir jualan asongan demi bertahan hidup. Begitu juga penjual jasa travel di Jakarta beralih jualan makanan siap saji buat menu buka puasa.

Yang sedih lagi, viral di media sosial sebuah hotel di kawasan India, penuh dengan ‘tamu’ berbuntut panjang,kera alias monyet. Sepinya hotel membuat monyet bebas hilir-mudik di area hotel bahkan berenang di sana.

Menurut data Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), terjadi penurunan occupancy rate yang tajam sejak dikeluarkannya Nota Dinas dari beberapa Kementerian dan Lembaga yang memberikan instruksi untuk tidak mengadakan rapat atau acara yang mengumpulkan orang banyak. Segmen pasar pemerintah bagi sektor hotel sangat dominan di seluruh wilayah Indonesia.

Pariwisata global, termasuk di Indonesia, enam bulan lalu merayakan tahun tersukses dalam industrinya. Sekarang sektor itu babak belur akibat Covid-19. Dibutuhkan waktu pemulihan bertahun-tahun agar sektor pariwisata pulih seperti sedia kala.

Tourism Economics, sebuah perusahaan data dan konsultasi di Amerika, memperkirakan permintaan perjalanan global tidak akan pulih normal hingga tahun 2023.

Industri perhotelan dan casino di Las Vegas, Amerika Serikat biasanya membersihkan dadu sebelum tiap kali penggunaanya, kini sepi. Mereka hanya menempatkan lebih sedikit kursi di meja judi blackjack dan mesin slot kini ikutan sepi. Kejadian serupa dialami di kasino-kasino di Las Vegas, Boston dan Macau.

Kalau akhirnya para wisatawan ingin bepergian, mereka akan menghadapi perubahan drastis di saat pandemic Covid-19,yakni mempertahankan jarak sosial dan langkah-langkah lain untuk menghilangkan ketakutan terhadap virus corona.

Semua industri perhotelan seperti Hilton, Marriott dan Airbnb pekan lalu mengumumkan peningkatan prosedur pembersihan di seluruh dunia agar menenangkan pikiran pelancong. Hadhoud menghapus wisata kapal pesiar dan naik balon udara di Mesir dari paket-paketnya dan menggantinya dengan tur ke gurun barat Mesir yang luas, dimana para pelancong dapat menjaga jarak satu sama lain.

Pariwisata global, termasuk di Indonesia, enam bulan lalu merayakan tahun tersukses dalam industrinya. Sekarang sektor itu babak belur akibat Covid-19. Dibutuhkan waktu pemulihan bertahun-tahun agar sektor pariwisata pulih seperti sedia kala.

Kalau akhirnya para wisatawan ingin bepergian, mereka akan menghadapi perubahan drastis di saat pandemic Covid-19,yakni mempertahankan jarak sosial dan langkah-langkah lain untuk menghilangkan ketakutan terhadap virus corona.

Ketika industri pariwisata terhenti akibat pandemi Covid-19,akan sulit untuk bangkit kembali.Akankah terseok-seok jalannya roda bisnis industri tersebut? Kita berdoa agar pandemi ini segera berlalu karena sudah mengganggu banyak hal.

 

ADVERTISEMENT
Translate »