Haruskah Menunggu Satu Abad?

Tekad mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat merupakan cita-cita luhur pendiri bangsa Indonesia, pasca negara ini merdeka tahun 1945 silam.

Merealisasikannya tentu saja tidak mudah, butuh kerja keras dan kerja cerdas serta idealisme secara konsisten.

Namun bukan berarti tidak bisa. Pertanyaanya, sejauh mana para pemimpin negeri selama ini telah mengejawantahkan konsep, tujuan dan cita-cita bernegara itu?

Dalam kurun waktu 75 tahun Indonesia Merdeka, negeri ini telah melewati berbagai masa kelam yang penuh tantangan. Namun kita bersyukur, Indonesia tetap tegak berdiri kuat dalam naungan NKRI berdasarkan Pancasila.

Bulan Agustus 2020 ini, bangsa Indonesia merayakan HUT ke-75, sebuah momentum yang tepat untuk mengevaluasi secara menyeluruh, sejauh mana cita-cita dan tujuan bernegara itu sudah tercapai.

Apakah program yang dijalankan pemerintahan sekarang ini semua mengarah kepada kesejahteraan rakyat yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Indikator yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara adalah pendapatan perkapita, yang diperoleh dengan membagi PDB (Produk Domestik Bruto) dengan jumlah penduduk.

Harus diakui banyak kemajuan yang telah dicapai pemerintah selama ini. Pendapatan perkapita Indonesia terus meningkat.

Tahun 2019 pendapatan perkapita Indonesia mencapai US$ 4.160 dan tahun 2020 diprediksi meningkat menjadi US$ 4.460.

Berdasarkan catatan Bank Dunia, Indonesia telah dikelompokkan ke dalam negara berpendapatan menengah atas. Negara yang masuk kategori ini memiliki pendapatan nasional bruto sebesar US$ 4.046 hingga US$ 12.535 per tahun.

Indikator kemajuan tersebut tentu sangat positif bagi upaya pemerintah memperjuangkan keadilan dan kemakmuran rakyat. Namun demikian, pemerintah tetap memiliki pekerjaan berat untuk menata perekonomian ke depan.

Dari sisi ekonomi masih banyak yang mendapat sorotan, karena jurang antara yang kaya dan miskin semakin timpang.

Harapan Kemakmuran dan Keadilan

Pertumbuhan ekonomi dan ‘kue’ ekonomi pembangunan yang dinikmati segelintir orang saja.
Penduduk miskin juga makin bertambah tahun 2020 ini sebagai dampak krisis ekonomi akibat covid-19.

Dari 269,6 juta total penduduk Indonesia, tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 26,42 juta orang.

Kebijakan bidang ekonomi belum menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada kaum yang lemah, termasuk para petani, nelayan dan pedagang usaha mikro kecil dan menengah.

Wajar jika, ketidakpuasan akan perwujudan keadilan dan kemakmuran itu terus dikumandangkan berbagai kalangan terhadap penguasa.

Dan sekarang beban berat itu ada di tangan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kita berharap pemerintah tetap konsisten dalam memajukan bangsa dan negara agar tujuan negara adil dan makmur bisa diwujudkan, paling tidak mendekati.

Tidak mudah memang, tetapi harus ada target. Dan momentum satu abad Indonesia Merdeka tahun 2045 mendatang diharapkan bisa menjadi pemacu semangat. Semoga.

Pemimipin Redaksi

ADVERTISEMENT
Translate »