BATUBARA UNTUK SIAPA?

BERBICARA tentang sumber daya alam di Indonesia adalah ironisme yang tiada habisnya. Tanah Indonesia adalah tanah paling subur di muka bumi ini. Tapi ketika berbicara dari mana beras, padi, kedelai, jagung yang dimakan orang Indonesia, diimpor dari negara lain. Begitu juga dengan minyak, gas, dan berbagai jenis mineral lain, hasil olahannya dalam bentuk produk harus didatangkan dari negara lain.

Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil dan eksportir batubara di dunia. Sederet taipan Indonesia bisa besar karena batubara. Ketika harga batubara di pasar internasional sedang rendah, para pengusaha batubara mengeluh, kekhawatiran akan peningkatan angka pengangguran karena PHK di sektor batubara menyeruak. Bagaimanapun, pertambangan batubara menyumbang 4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tapi ketika harga batubara ‘membaik’, justru PLN yang notabene sebagai satu-satunya pemasok listrik di republik ini, harus teriak-teriak untuk mendapatkannya. Tak ada perusahaan batubara yang mau menjual hasil tambangnya ke PLN, karena harga jual ke pasar ekspor lebih tinggi.

Dalam kasus batubara, seperti yang dikatakan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basyir, karena pengusaan tambang batubara oleh negara sangat kecil, hanya 20%, maka tidak ada jaminan, apalagi dalam jangka panjang, PLN selalu mendapatkan pasok dalam jumlah yang memadai, agar pembangkit-pembangkit listrik bisa beroperasi secara berkelanjutan.

Bahwa saat ini negara memiliki BUMN pertambangan batubara, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), namun karena BUMN tersebut sahamnya sudah tercatat di pasar modal, maka tidak bisa lagi negara sebagai pemegang saham mayoritas menetapkan kebijakan korporasi secara sepihak, menjual hasil produksinya ke PLN. Sementara harga di pasar internasional lebih tinggi.

Sangat mungkin, Sofyan Basyir mengemukakan kesulitan PLN mendapatkan batubara kepada Presiden pertengahan tahun ini, sebenarnya coba menginspirasi Presiden untuk membentuk BUMN baru di sektor batubara, yang produksinya khusus untuk memenuhi kebutuhan batubara industri strategis, khususnya listrik. Meskipun tidak dengan harga pasar, tapi masih menguntungkan. Dan yang pasti, pembentukan BUMN batubara itu kenapa tidak?

Kiranya pengelolaan sumber daya alam Indonesia, khususnya minyak, gas, mineral dan batubara, dikelola seperti yang dituliskan oleh para pendiri negara ini dalam konstitusi: …sebesar-besar untuk kepentingan rakyat.

Translate »