Batam Adalah Pilihan

Lokasi geografis Batam berada di depan lalu lintas pelayaran paling ramai di dunia, Selat Malaka. Batam berdekatan dengan Singapura dan Johor, Malaysia, dua negara dan wilayah yang berhasil memanfaatkan lokasi strategis menjadi kemakmuran. Pemerintah ingin Batam jadi seperti Singapura, atau minimal setingkat Johor. Batam adalah kesempatan.

Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan Batam. Sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mendorong Batam bisa tumbuh jadi lebih maju. Tapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Mengapa? Padahal kesempatannya sama, waktu mulai membangunnya sama, kondisi awalnya relatif sama. Terlalu sulit bagi publik untuk mendengar penjelasan, mengapa Batam tertinggal jauh dari Singapura dan Johor.

Motivator Mario Teguh pernah mengatakan, “Jika Anda ingin kaya, pastikan dulu diri Anda pantas untuk jadi kaya.” Ini lebih mudah dipahami. Pada awalnya,  Singapura mendapat uang dari penjualan logistik dan bahan bakar kapal-kapal yang mampir, plus jasa perbaikan. Apakah Batam dulu melakukan itu?

Kemudian, Singapura mendapat pemasukan dari wisatawan. Wisatawan asing mau datang dan berbelanja di Singapura, karena Singapura aman, bersih, tertib, dan nyaman. Apakah Batam sudah seaman, sebersih, setertib, senyaman Singapura? Lebih khusus tentang kebersihan kota, di Singapura tidak ada sampah yang berserakan, di Singapura sampah diangkut dan diolah di instalasi pengolahan sampah. Apakah di Batam sudah demikian?

Lebih detail lagi, di pinggir atau jalur pemisah semua jalan di Singapura terdapat pohon Trembesi yang besar, rindang, dan terawat, sehingga terlihat indah dan sangat nyaman untuk dilalui. Begitu juga taman-tamannya, sangat terawat. Apakah di Batam sudah demikian?

Di Singapura, warga, investor, dan wisatawan bisa mendapatkan layanan publik dari instansi pemerintah dengan cepat, mudah, ramah, dan tidak dipungut biaya. Di Singapura tidak terdengar ada konflik antar aparat keamanan, angka kriminalitas hampir nol. Apakah di Batam sudah demikian?

Semua yang dilakukan Singapura dan bisa dilakukan oleh Batam, tidak memerlukan biaya khusus dalam jumlah besar. Semua bisa dilakukan hanya jika masing-masing pihak mau melakukan tugas dan kewajibannya. Jika semua hal-hal yang wajar dan seyogyanya itu sudah dilakukan, maka persoalan modal, biaya, investasi, dan lain-lain akan dilakukan oleh investor. Mereka akan datang sendiri, dan pemerintah hanya melayani dan pada waktunya mendapat pemasukan dari pajak.

Jika sekarang Batam tidak seperti Johor, apalagi Singapura, ya wajar. Karena dulu Pemerintah tidak menjadikan Batam pantas untuk maju. Tapi, membangun kota itu seperti menanam pohon. ‘Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah dua puluh tahun lalu. Jika itu tidak dilakukan, maka waktu terbaik itu adalah sekarang.

BeritaTerkait Lainnya

Edisi Terakhir Portonews

LEBIH MUDAH DENGAN APLIKASI PORTONEWS :

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Translate »