Untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan yang cepat dan modern, Bank DKI melakukan berbagai inovasi menuju digital banking. Pada akhir tahun 2017, Bank DKI telah meluncurkan JakOne Mobile sebagai aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri mobile banking dan mobile wallet dan dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran biller Telkom PSTN dan tagihan air.
Selain itu, JakOne Mobile juga dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran tiket maskapai penerbangan, pembayaran TV berlangganan dan pembayaran tagihan pulsa prabayar dan pascabayar melalui smartphone pada merchant-merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play store pada android dan App Store pada IOS.
Pengguna JakOne Mobile juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan secara online. “Pembukaan rekening tersebut cukup mudah dimana nasabah hanya perlu mengunggah kartu identitas, pengisian data pribadi dan verifikasi OTP pada aplikasi JakOne Mobile. Setelah itu, calon nasabah dapat mengatur jadwal dengan petugas Bank DKI untuk melakukan verifikasi data, sehingga memudahkan calon nasabah dalam melakukan pembukaan rekening” ungkap Kresno.
JakOne Mobile juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan fitur scan to pay pada merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan Bank DKI. “Pengguna JakOne Mobile hanya perlu melakukan scanning pada QR Code yang disediakan oleh merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan Bank DKI antara lain warteg Kharisma Bahari, kantin-kantin di sekitar lingkungan Pemprov DKI, pedagang UMKM di pasar-pasar serta merchant lifestyle seperti McDonald, Dum-Dum Thai Tea dan Baskin Robbins dan lain-lain,” imbuhnya.
Sebagai tambahan, Bank DKI juga melakukan pengembangan fitur pada JakOne Mobile dengan melakukan penambahan biller BPJS Kesehatan, Pajak Bumi dan Bangunan serta Digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Polda Metro Jaya. Atas hal tersebut, pada tanggal 26 Maret 2018, Bank DKI berhasil mendapatkan rekor MURI pada kategori Pelayanan STNK secara Digital dengan Sistem Pembayaran melalui QR Pertama di Indonesia.
Selain pengembangan digital, Bank DKI juga fokus pada pengembangan bisnis pada segmen UMKM. Hal tersebut direalisasikan dengan meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha UMKM melalui penyaluran kredit dan layanan perbankan lainnya bersama dengan PD Pasar Jaya.
Jangkauan layanan semakin terasa ketika di tahun 2017, Bank DKI membuka 26 outlet sehingga pada akhir tahun 2017 jumlah outlet di pasar-pasar menjadi 37 outlet. Dalam penyaluran kredit, Bank DKI memberikan layanan cash pick up dengan mobile collection yang bertujuan untuk memberikan kemudahan karena setiap angsuran yang para pedagang setorkan akan memiliki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI.
Bank DKI juga menjalin kerjasama pembiayaan dengan 62 Lokbin dan Loksem Binaan Dinas UMKM. Hal tersebut mendorong peningkatan penyaluran kredit mikro yang tumbuh signifikan yaitu sebesar Rp426 milyar pada tahun 2017 atau meningkat 103,70% dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp209 milyar.
Bank DKI menyambut positif sinergi dengan program OK OCE sebagai perluasan penyaluran kredit kepada pengusaha UMKM. “Program OK OCE yang ditujukan kepada pengusaha kecil yang baru merintis usahanya tentu akan menjadi basis customer Bank DKI,” tandas Kresno.
Sebagai bentuk dukungan kepada Pemprov DKI, Bank DKI melayani pembayaran retribusi bekerjasama dengan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan membuka layanan di 267 Kelurahan DKI Jakarta. Bank DKI juga menerima pembayaran retribusi IPL di Rusun-Rusun milik Pemprov DKI.
Selain itu, Bank DKI juga merealisasikan penggunaan Cash Management System di 812 SKPD/UKPD DKI Jakarta. Saat ini, Bank DKI telah memiliki 906 jaringan ATM dan 1.528 jaringan EDC yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.